
Yuhuuu...akhirnya jadi juga nonton Alice in Wonderland bareng anak-anak The Babons. Gw surprise berat karena ternyata nich film dah nongol di CBD. Dengan susah payah membujuk Andadare supaya ga ikut pameran & book fair ini itu (kebanyakan jadwal nih anak), and then menghasut Gozen-sama via YM dan terakhir ngomporin my lovely hunny bunny Bajaj-san untuk jemput dan tancap gas ke CBD (lebay.com). Wawww...i was so excited since we are fans of the Gothic Movie Master a.k.a Tim Burton. Ngefans berat deh sama film-filmnya mas Tim, expecially Edward Scissorhand and Charlie & Chocolate Factory. Sebelum nonton film ini sebenernya agak kecewa dengan pemilihan karakter Alice yaitu Mia Wasikowska (who is she???). Kenapa tidak pakai aktris yang sudah famous such as Dakota Fanning, but i change my thought soon after i watch her Alice.

Overall, its a very good movie. Alih-alih dibuat dengan warna-warna pastel yang terang mengingat ini adalah film anak-anak, Tim Burton seperti biasa menggunakan warna kelam pada setiap scene-nya. Jalan cerita utama tidak berubah, hanya pada satu jam terakhir terdapat tambahan skenario seperti acara pertunangan Alice (Mia Wasikowska), legenda dimana Alice harus membunuh Jabbawocky, perang antara White Queen (Anna Hattaway) dengan Red Queen (Helena Boham Carter) dan keterlibatan Alice dengan bisnis ayahnya (i never read these things in my child book before!).

Spesial efek paling hebat ada pada karakter Red Queen yang diperankan oleh mbak Helena dengan sangat mantap sekali. Cuma sayangnya akting Johnny Deep disini agak terlalu biasa, membuat gw teringat karakternya sebagai Willy Wonka. But once again...puas banget nonton nih film, semua terasa maksimal dari segi kostum, akting (walaupun gw pikir si White Queen terlalu lebay), spesial efek, durasinya juga pas (ga terlalu lama dan ga terlalu sebentar). Four thumbs up to mas Tim Burton. (D)